oleh

Kapolresta: Mahasiswa UNS Meninggal Akibat Kekerasan Benda Tumpul

Kapolresta (Kepala Kepolisian Resor Kota) Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyatakan Gilang Endi Saputra–mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)–meninggal akibat kekerasan benda tumpul. Hal ini diketahui setelah pihaknya menerima hasil autopsi dari tim kedokteran forensik Rumah Sakit Bhayangkara Bidokkes Polda Jawa Tengah.

“Tim kedokteran forensik menyimpulkan bahwa penyebab kematian adalah luka akibat kekerasan tumpul yang mengakibatkan mati lemas,” jelasnya kepada wartawan di Surakarta, Jumat (29/10/2021).

Ade menuturkan pihaknya terus mengumpulkan barang bukti dan menghadirkan tambahan saksi untuk mengungkap kasus kematian Gilang Endi Saputra saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar resimen mahasiswa (diklatsar menwa), Minggu (24/10/2021). Jumlah saksi yang diperiksa bertambah menjadi 23 orang dari sebelumnya 18 orang, termasuk orang tua korban, pembina menwa, serta dokter jaga yang pertama kali menerima korban.

Baca Juga  Wisuda Prabhatar TNI, Putra KSAD Dudung Dapat Acungan Jempol dari Jenderal Andika

Pihaknya juga akan meminta pendapat ahli dan dilanjutkan dengan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Gelar perkara akan dilakukan untuk menentukan tersangka,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia, M Arwani Denny menegaskan menwa merupakan komponen pendukung, yakni non-kombatan atau orang yang tidak ikut berperang, sehingga pendidikan yang diusung juga harus sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN).

Baca Juga  Ekspedisi Toba- HPN 2023: Dua Pengurus SMSI Sumut Ditambali Marga Batak

“Setiap pendidikan harus zero accident. Pendidikan sebaik apa pun, jika ada korban, akan dianggap gagal,” ujarnya kepada Beritasatu.com.

Sebagai komponen pendukung dan bukan lagi komponen cadangan, pendidikan yang dijalani menwa tidak militeristis. Pendidikan dan latihan dasar tidak lagi military heavy atau sama beratnya dengan militer, seperti mengangkat senjata.

Ia berharap semua pihak menunggu hasil kerja Polresta Surakarta dalam menangani kasus kematian Gilang Endi Saputra. (*/cr2)

Baca Juga  20-30 Desember 2021, Libur Sekolah di Wilayah Tangerang

Sumber: beritasatu.com

News Feed